24 Jemaah Umroh Asal Madura Diduga Jadi Korban Penipuan TIKET PESAWAT dengan Kerugian menCapai Rp 418 Juta - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Senin, 16 Februari 2026

24 Jemaah Umroh Asal Madura Diduga Jadi Korban Penipuan TIKET PESAWAT dengan Kerugian menCapai Rp 418 Juta

24 Jemaah Umroh Asal Madura Diduga Jadi Korban Penipuan TIKET PESAWAT dengan Kerugian menCapai Rp 418 Juta


Sebanyak 24 jemaah umroh asal Madura diduga menjadi korban penipuan yang menyeret nama Haji Hasan Basri. Total kerugian yang dialami para jemaah ditaksir mencapai sekitar Rp435 juta (Tarif umroh H. Hasan Rp. 18 juta/orang). Informasi yang dihimpun, para jemaah saat ini masih berada di Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Namun, mereka dikabarkan belum dapat kembali ke Tanah Air karena terkendala biaya TIKET PESAWAT kepulangan. Keberangkatan para jemaah sebelumnya disebut sepenuhnya ditanggung oleh Haji Noval. 

Kepada awak media, Haji Noval mengaku seluruh dana TIKET PESAWAT operasional dan kebutuhan perjalanan telah diserahkan kepada Haji Hasan Basri sebelum keberangkatan.

“Semua dana sudah saya serahkan kepada beliau. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, dan dana tersebut diduga dibawa kabur untuk kepentingan pribadi,” ujar Haji Noval saat dikonfirmasi.

Menurut pengakuannya, dana yang seharusnya digunakan untuk akomodasi dan kepulangan jemaah diduga telah disalahgunakan. 

Ia juga menyebut Haji Hasan Basri dikenal memiliki gaya hidup mewah dan royal.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Haji Hasan Basri tidak bersedia memberikan keterangan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Haji Hasan Basri diduga telah meninggalkan Madura dan kini berada di wilayah Kabupaten Tangerang, tepatnya di daerah Kutabumi, Jalan Pepaya III Blok E-4 No. 16 Pondok Makmur, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 

Ia disebut berada di lokasi tersebut bersama istri dan mertuanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan kasus tersebut. 

Para jemaah dan keluarga di Madura berharap ada langkah cepat dari aparat penegak hukum agar para jemaah dapat segera dipulangkan dengan selamat ke Indonesia.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait pengelolaan dana perjalanan ibadah yang melibatkan banyak pihak dan menyangkut nasib puluhan jemaah di Tanah Suci. 

Menurut berbagai sumber bahwa biaya umroh di kisaran Rp18 juta patut diwaspadai sebagai indikasi penipuan atau travel bodong. 

Berdasarkan standar Kementerian Agama (Kemenag) dan rata-rata harga pasar saat ini, biaya tersebut tergolong tidak wajar karena berada jauh di bawah harga referensi. 
Berikut adalah rincian alasan mengapa Anda harus waspada dan tips menghindarinya:
1. Mengapa Rp18 Juta Patut Dicurigai?
Standar Biaya Minim (Kemenag): Kemenag telah menetapkan biaya referensi umroh yang wajar biasanya berada di atas Rp20 juta, bahkan standar aman saat ini seringkali di angka Rp25 juta-Rp30 juta ke atas.

Kasus Sebelumnya: Penawaran harga di bawah Rp20 juta (seperti Rp15-18 juta) sering kali berakhir dengan kegagalan keberangkatan jamaah, di mana travel tidak memiliki izin resmi atau menggunakan skema Ponzi.

Komponen Biaya: Biaya tersebut tidak masuk akal untuk menutupi tiket pesawat PP, visa, hotel, dan transportasi di Arab Saudi yang harganya terus naik. 
2. Ciri-ciri Travel Umroh Penipuan (Bodong)

Jangan tergiur harga murah, kenali ciri-ciri penipuan berikut:

Harga Tidak Masuk Akal: Menawarkan paket umroh sangat murah jauh di bawah harga pasar (seperti Rp10-18 juta).

Izin Tidak Jelas: Tidak memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kemenag.

Buru-buru Minta DP: Meminta Down Payment (DP) atau pelunasan segera dengan iming-iming promo terbatas.

Jadwal Tidak Pasti: Tidak ada kepastian jadwal keberangkatan atau sering diundur (reschedule). 
3. Tips Aman Sebelum Mendaftar
Cek Izin Resmi: Buka situs haji.kemenag.go.id atau aplikasi "Pusaka" Kemenag untuk memastikan biro travel tersebut terdaftar resmi sebagai PPIU.
Cek 5 Pasti Umroh: Pastikan: 1. Pasti Travelnya Berizin, 2. Pasti Jadwalnya, 3. Pasti Terbangnya, 4. Pasti Hotelnya, 5. Pasti Visanya.

Waspada Promo: Jangan mudah percaya dengan harga "terlalu murah untuk jadi kenyataan". 

Kesimpulan: Biaya Rp18 juta adalah risiko tinggi. Lebih baik memilih travel yang harganya wajar (di atas Rp25 juta) namun terjamin keberangkatannya, daripada murah tapi gagal berangkat. ***

Tim R