Program Revitalisasi Sekolah Dasar di Pandeglang Diduga Kuat Gunakan Material Berkualitas Buruk - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Sabtu, 05 September 2026

Program Revitalisasi Sekolah Dasar di Pandeglang Diduga Kuat Gunakan Material Berkualitas Buruk

Program Revitalisasi Sekolah Dasar di Pandeglang Diduga Kuat Gunakan Material Berkualitas Buruk


‎ 
‎PANDEGLANG — Proyek Revitalisasi Sekolah Dasar di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan, menyisakan polemik setelah terjadi penolakan terhadap material yang dikirim oleh penyedia. Penolakan tersebut dilakukan oleh pihak sekolah karena material dinilai tidak sesuai spesifikasi dan berkualitas buruk. Peristiwa ini terjadi pada 4 September 2026.
‎ 
‎Program revitalisasi sekolah yang anggarannya dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan ini, seolah-olah dijadikan "bahan percobaan" oleh segelintir pihak, terutama pelaksana di lapangan.
‎ 
‎Salah satu contoh yang sempat menjadi perbincangan adalah kasus di SDN Langensari 2, Kecamatan Saketi. Pihak sekolah secara tegas menolak material yang dikirim oleh penyedia karena dinilai memiliki kualitas buruk dan jauh dari standar yang ditetapkan.
‎ 
‎"Awas, program revitalisasi ini jangan dijadikan kelinci percobaan, apalagi sampai dijadikan hanya sebatas mencari keuntungan semata. Karena program ini sangat menyentuh langsung bagi masyarakat, terutama para peserta didik dan dewan guru di sekolah yang akan menerima manfaatnya," ujar seorang aktivis yang peduli terhadap kondisi sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Pandeglang, sekaligus Wakil Ketua Bidang Ideologi & Kaderisasi Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Pandeglang.
‎ 
‎Kasus penolakan material di SDN Langensari 2 ini menjadi sinyal kuat bahwa dugaan penggunaan material di bawah standar bukan sekadar isu kosong, melainkan kenyataan di lapangan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan bangunan sekolah yang dihasilkan tidak kokoh, tidak tahan lama, dan membahayakan keselamatan siswa serta guru.
‎ 
‎Elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang untuk segera melakukan pengawasan ketat di setiap lokasi proyek revitalisasi. Seluruh material yang masuk harus diperiksa dan dipastikan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.
‎ 
‎"Anggaran negara bukan uang main-main. Itu adalah amanah rakyat. Jangan sampai gedung baru selesai dibangun, sudah retak dan rusak karena bahan yang digunakan berkualitas rendah. Kami akan terus mengawal setiap proyek pembangunan sekolah di Kabupaten Pandeglang," tegasnya.
‎ 
‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia material maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang terkait dugaan penggunaan material berkualitas buruk tersebut. Tim media akan terus mengawal perkembangan seluruh proyek revitalisasi sekolah di Pandeglang. (Tim/Red) 
‎ 
‎ 
‎