Warga Rawa Bamban Tegas Tolak Jembatan yang Dinilai Berpotensi Mengganggu Aliran Kali - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Rabu, 12 Agustus 2026

Warga Rawa Bamban Tegas Tolak Jembatan yang Dinilai Berpotensi Mengganggu Aliran Kali

Warga Rawa Bamban Tegas Tolak Jembatan yang Dinilai Berpotensi Mengganggu Aliran Kali


KOTA TANGERANG |  Warga Kampung Rawa Bamban RT 004/RW 007, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menyatakan sikap tegas terhadap rencana pembangunan jembatan penyeberangan di bantaran kali yang disebut berkaitan dengan kepentingan akses pabrik.

Warga menilai rencana tersebut tidak boleh dipaksakan tanpa adanya penjelasan terbuka, sosialisasi, serta kajian teknis dan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua RT 004, Mukman, menegaskan bahwa kepentingan perusahaan tidak boleh mengalahkan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Kami tidak ingin kepentingan pabrik mengorbankan warga. Kalau jembatan ini dibangun, harus jelas peruntukannya, izinnya, dan dampaknya. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di sini justru menanggung akibatnya,” tegas Mukman.

Menurut Mukman, kondisi bantaran kali harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai pembangunan konstruksi maupun akses kendaraan mengganggu aliran air dan memperbesar risiko genangan atau banjir.

Sementara itu, Usman selaku pemerhati lingkungan Kampung Rawa Bamban, aktif dibeberapa organisasi wartawan sekaligus pimpinan redaksi media postnewstime menyampaikan sikap yang lebih keras. Ia meminta pemerintah tidak memberikan ruang bagi pembangunan yang berpotensi i dan masyarakat.

“Kami tegas. Jangan sampai bantaran kali dikorbankan hanya demi mempermudah akses kepentingan pabrik. Kalau pembangunan ini berpotensi mempersempit atau menghambat aliran kali dan meningkatkan risiko banjir, harus dihentikan sampai ada kajian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Usman.

Usman juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi serta membuka informasi mengenai perizinan, desain konstruksi, fungsi jembatan, dan kajian dampak terhadap aliran kali.

Warga meminta agar tidak ada pembangunan yang dilakukan secara diam-diam atau tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak.

“Kami bukan anti pembangunan. Tetapi jangan sampai masyarakat menjadi korban. Kepentingan warga, keselamatan, dan lingkungan harus berada di atas kepentingan bisnis,” tegas Usman.

Warga Kampung Rawa Bamban berharap pemerintah Kota Tangerang dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka meminta seluruh proses dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat.

Sikap warga jelas: jangan korbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat demi kepentingan akses perusahaan. Jika kajian menunjukkan adanya potensi memperburuk risiko banjir, pembangunan harus dievaluasi dan tidak boleh dipaksakan.

( red )