Proyek Revitalisasi Situ Cikedal Anggaran Hampir Rp9,4 Miliar, Warga Harap Pengawasan Ketat & Prioritas Jalan Diperhatikan - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Rabu, 12 Agustus 2026

Proyek Revitalisasi Situ Cikedal Anggaran Hampir Rp9,4 Miliar, Warga Harap Pengawasan Ketat & Prioritas Jalan Diperhatikan

Proyek Revitalisasi Situ Cikedal Anggaran Hampir Rp9,4 Miliar, Warga Harap Pengawasan Ketat & Prioritas Jalan Diperhatikan


‎ 
‎PANDEGLANG — Proyek revitalisasi Situ Cikedal di Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, resmi berjalan dengan nilai kontrak mencapai Rp9.490.798.700 atau sekitar Rp9,49 miliar, turun dari alokasi awal sebesar Rp9,7 miliar. Dana bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.
‎ 
‎Kegiatan ini ditandatangani melalui Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor 600.1.4.2/SP.113-24-DPUPR/2026 pada 1 Juli 2026, dengan pelaksana CV. Almaira Karya Utama di bawah pengelolaan DPUPR Provinsi Banten. Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 180 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
‎ 
‎Lingkup pekerjaan mencakup penataan dan pengamanan kawasan sempadan situ seluas sekitar 11–12 hektare, pembangunan jalur lari atau jogging track, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik lainnya. Selain itu, proyek juga bertujuan untuk konservasi sumber air, pengendalian banjir, dan pengembangan potensi wisata kawasan tersebut.
‎ 
‎Meskipun dinilai positif, proyek ini tetap menjadi sorotan masyarakat. Rohmat Dewan perwakilan Pusat Grakan Masyarakat Bawah Banten Bersatu (DPP-GMBBB), menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat.
‎ 
‎"Anggaran sebesar Rp9,49 miliar bukanlah jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, proyek revitalisasi Situ Cikedal ini harus diawasi bersama oleh semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, LSM ormas dan wartawan selaku control sosial agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan memberi manfaat nyata," ujar Nuryahman.
‎ 
‎Rohmat Juga menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi Banten juga memperhatikan kondisi infrastruktur jalan di wilayah kabupaten Pandeglang yang dinilai masih memprihatinkan. Warga berpendapat perbaikan jalan menjadi kebutuhan yang lebih mendesak dibandingkan pembangunan fasilitas wisata.
‎ 
‎Pihak berwenang diharapkan dapat menjawab aspirasi masyarakat dan memastikan pelaksanaan proyek berjalan transparan, berkualitas, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. (Red)