PANDEGLANG, BANTEN | Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81, berbagai kegiatan nasional digelar setiap tahun. Namun di tengah perayaan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apa sebenarnya makna kemerdekaan yang sesungguhnya?
Hal itu disampaikan Hasan yang biasa di panggil kacong dalam keterangannya. Menurutnya, jika kemerdekaan hanya dilihat dari sisi seremonial, maka hakikatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat.
“Sejatinya kita baru melihat *kesingnya* kemerdekaan, itupun belum secara nasional. Jika kemerdekaan dilihat dengan cara pandang para pendiri bangsa, maka hari ini kita masih menemukan banyak rakyat yang kesulitan mencari pekerjaan, kekurangan dalam ekonomi, bahkan masih ada yang kelaparan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seharusnya setelah 81 tahun merdeka tidak ada lagi penderitaan bagi rakyat. Para pahlawan telah mengorbankan segalanya di medan tempur agar anak cucu bangsa bisa hidup sejahtera.
“Para pahlawan sudah cukup merasakan pahitnya hidup dan gugur untuk negeri ini. Sementara kita, di usia kemerdekaan ke-81, masih dihadapkan pada kemiskinan. Padahal negara ini terkenal sebagai tanah surga dengan kekayaan alam berlimpah. Ada batu bara, emas, nikel, minyak, gas, belum lagi hasil pertanian,” tegasnya.
Hasan menilai kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa masih ada yang salah dalam pengelolaan negara.
“Jika sampai hari ini rakyat masih mengeluh dan angka kemiskinan masih tinggi, itu tandanya ada PR besar yang harus diselesaikan pemerintah,” lanjutnya.
Salah satu sorotan utama adalah infrastruktur, khususnya jalan di daerah. Ia menyebut jalan poros kabupaten hingga poros desa masih banyak yang rusak parah hingga tahun 2026.
“Bagaimana masyarakat bisa merasakan kemerdekaan, sementara jalan yang menjadi prioritas dan penunjang aktivitas sehari-hari untuk ke ladang, ke sawah, ke pasar, masih menjadi problem. Ini sangat menghambat mata pencaharian masyarakat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan wajar jika masyarakat masih bertanya tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
“Wajar jika masyarakat masih bertanya, apa sih arti kemerdekaan itu,” pungkasnya.
( Hidayat )