Kebijakan Efisiensi KONI Cilegon Tuai Sorotan, Anggaran Percasi Tinggal Rp35 Juta - Suararakyat21.com - Kritis, Berimbang dan Terpercaya

Breaking

Kamis, 05 Maret 2026

Kebijakan Efisiensi KONI Cilegon Tuai Sorotan, Anggaran Percasi Tinggal Rp35 Juta

Kebijakan Efisiensi KONI Cilegon Tuai Sorotan, Anggaran Percasi Tinggal Rp35 Juta


CILEGON – Kebijakan pemotongan anggaran cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Banten menuai sorotan dari pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon.

Ketua Percasi Kota Cilegon, Hasan Saidan, menyampaikan keberatan atas kebijakan pemangkasan anggaran yang dinilai cukup signifikan. Anggaran tahunan Percasi yang semula diajukan sebesar Rp100.000.000 disebut mengalami pemotongan sekitar 65 persen, sehingga dana yang tersisa diperkirakan hanya sekitar Rp35.000.000.

Menurut Hasan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya yang saat ini sedang mempersiapkan para atlet catur untuk menghadapi PORPROV Banten.

“Awalnya kami mengajukan anggaran sebesar Rp100 juta untuk kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet selama satu tahun. Setelah dilakukan pemotongan sekitar 65 persen, dana yang tersisa hanya sekitar Rp35 juta,” ujar Hasan kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan atlet membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk kegiatan latihan rutin, pembinaan berjenjang, penyelenggaraan try out, hingga kebutuhan operasional menjelang keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat provinsi.

Hasan juga menyebut bahwa pemotongan anggaran tersebut dilakukan oleh pihak pengurus KONI Kota Cilegon melalui mekanisme internal organisasi, dan menurut informasi yang ia terima, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada Percasi, melainkan juga terhadap sejumlah cabang olahraga lainnya.

Meski demikian, pihaknya berharap kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan riil masing-masing cabang olahraga yang tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti ajang kompetisi tingkat provinsi.

“Jika memang alasan pemotongan karena efisiensi anggaran, tentu kami berharap ada komunikasi yang jelas. Apalagi saat ini kami sedang fokus mempersiapkan atlet untuk PORPROV,” kata Hasan.

Sementara itu, Ketua Percasi Provinsi Banten, Amin Lukman, S.E., menilai bahwa pembinaan olahraga di daerah membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar para atlet dapat berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut Amin, cabang olahraga catur memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi daerah apabila proses pembinaan dilakukan secara serius serta didukung oleh fasilitas dan anggaran yang memadai.

“Pembinaan atlet harus berjalan secara berkesinambungan. Dukungan anggaran tentu menjadi salah satu faktor penting agar para atlet dapat berlatih secara maksimal dan siap menghadapi berbagai kompetisi,” ujar Amin.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mendorong kemajuan olahraga daerah, termasuk memastikan para atlet mendapatkan dukungan yang memadai dalam menghadapi berbagai ajang kompetisi, termasuk PORPROV Banten.

Hingga berita ini diturunkan, tim media belum berhasil menghubungi pihak pengurus KONI Kota Cilegon, termasuk Ketua dan Bendahara KONI Kota Cilegon, guna memperoleh keterangan resmi sebagai pelengkap pemberitaan.

Sebagai informasi, pengelolaan pembinaan olahraga di Indonesia pada prinsipnya mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi memerlukan dukungan pendanaan yang memadai dari pemerintah, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Selain itu, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi olahraga yang baik juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi olahraga sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.