Di Saat Abdi Negara Mengeluh, Siapa Lagi Contoh yang Baik di Negeri Ini?
PANDEGLANG – Memasuki peringatan ke-81 kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026, suasana perayaan kemerdekaan ternyata belum sepenuhnya dirasakan merata oleh seluruh elemen bangsa. Masih terdengar jeritan dan tuntutan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus PPPK Paruh Waktu. Mereka berjuang agar statusnya diakui menjadi PPPK penuh dan menerima upah yang layak sebagaimana mestinya.
Keluhan dan tuntutan ini memang terdengar sederhana, namun mendalam maknanya. Di satu sisi, sebagai abdi negara, tugas utama mereka adalah bekerja dan mengabdi kepada negara. Namun di sisi lain, apa daya — penghasilan yang diterima saat ini dinilai sangat kecil, jauh dari kata layak, bahkan dirasa belum cukup untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Menyikapi hal tersebut, salah satu pegawai PPPK paruh waktu menyampaikan perenungan mendalam. "Ini adalah perjuangan sejati, di mana jiwa dan raga dipertaruhkan demi bangsa dan negara. Di bulan yang sakral ini, Agustus tahun 2026, marilah kita kenang jasa-jasa dan semangat para pejuang bangsa. Perjuangan dan semangat mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sungguh sangat mulia dan besar bagi negara kita," ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, di tengah kemerdekaan yang telah diraih dengan tetesan darah dan keringat para pahlawan, sudah sepatutnya negara juga memperhatikan nasib para abdi negaranya. Jika ASN sendiri masih harus bersusah payah memperjuangkan hak dan kesejahteraannya, maka muncul pertanyaan: "Di saat ASN mengeluh, siapa lagi yang bisa menjadi contoh teladan yang baik di negeri ini?"
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait agar kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh elemen bangsa, termasuk para abdi negara yang telah setia mengabdi. (Red)
penulis, adalah Guru PPPK paruh waktu